Refleksi Khotbah FIRES 28 Februari 2013
Romans 1:16-17

Injil.. Apakah yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata itu? Amanat Agung Tuhan Yesus? Setiap minggunya pendeta harus berteriak dari mimbar, mengimbau para jemaat untuk terus menginjili, dan terus men-sharing-kan tentang penginjilan ke daerah-daerah, masih banyak jiwa-jiwa yang belum mendengar Injil, dan lain sebagainya. Mungkin kita sudah bosan, atau bahkan muak mendengarnya. Kita berpendapat “Ah, saya sudah sering kali mendengarkan Injil, bahkan saya sudah menginjili orang lain, terus apa lagi?” Tetapi apakah pendapat Rasul Paulus akan Injil?

Di dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus menulis demikian: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." – Roma 1:16-17. Itulah pandangan rasul Paulus terhadap Injil. Sebagai orang yang dipertobatkan secara radikal oleh Allah, rasul Paulus terus membawa Injil ke manapun ia pergi. Dari yang dulunya adalah penentang Kristus, berubah menjadi hamba-Nya yang setia. Ia tidak malu akan Injil! Bagi Paulus, Injil tidaklah menjadi sekadar pemberitaan tentang kematian Kristus yang membawa keselamatan bagi umat-Nya, tetapi Injil juga berbicara tentang keseluruhan hidupnya; bagaimana Injil Kristus terpancar di dalam setiap perbuatannya.

Di ayat 16, Paulus memakai kata dynamos, yang memiliki arti tidak hanya bergerak; tetapi juga terus berkembang. Inilah kekuatan Injil: dari mati menuju kehidupan, dan dari kehidupan kepada kehidupan yang terus berkembang.Yang kemudian dilanjutkan ke dalam ayat 17, bukan bergeser imannya, tapi lebih tepat diartikan sebagai from faith into faith: setiap hari semakin tenggelam di dalam iman yang sejati yang timbul dari Injil.

Sebagai pemuda Kristen di zaman sekarang, seberapa pentingkah Injil bagi kita? Sudahkah Injil menjadi bagian dari seluruh hidup kita? Ataukah kita masih malu akan Injil? Kiranya kita dapat berkata sama seperti Paulus, seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 1:18: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohanbagi mereka yang akan binasa,tetapi bagi kita yang diselamatkanpemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” Soli Deo Gloria!

Pengkotbah: Ev. Dipl.-Ing. Edward Oei, M.C.S
Refleksi oleh: Monica Elim

>> Show/Hide Scripture Passage<<
>>Show/Hide Comments<<

Quote

Let not sin therefore reign in your mortal body, to make you obey its passions. Do not present your members to sin as instruments for unrighteousness, but present yourselves to God as those who have been brought from death to life, and your members to God as instruments for righteousness. For sin will have no dominion over you, since you are not under law but under grace.
- Romans 6:12-14 -

Other Websites

Contact Us

  • Ruko Apartemen Taman Gloria
    Jl. Kyai Tapa No.215 J, Grogol
    Jakarta, Indonesia
  • 0878-8080-4567